- Back to Home »
- Linux Journey »
- Penggunaan Scrot Untuk ScreenShot / Screen Capture
Selamat malam sobat Coretan Jaster. Berhubungan ternyata hujan turun, jadi saya sekalian saja share cara penggunaan Scrot untuk ScreenShot / Screen Capture. Nah, disini seperti janji saya pada postingan pertama di label "Linux Journey". Saya akan share sekarang.
Kita mulai saja ya. Pertama kalian harus tau arsitektur leptop kalian apakah x86 atau x64, lalu kalian download scrot dari sini:
[=] x86 (i386)
[=] x64 (amd64)
Untuk x64, saya sudah menguploadnya ke dropbox milik account saya sendiri. Nah, dari sini kita mulai saja ya. Untuk i386 dari official nya paket debian berserver US :) Nah, kalau mau yang lainnya bisa aja nih, saya kasih aja ya direct link biar kalian bisa liat apa aja yang ada: Download Scrot
Dan ini adalah penampakan dari beberapa pilihannya :)
$ cd Documents
$ chmod +x scrot_0.8-7_amd64.deb
kegunaan "cd Documents" untuk masuk kedalam directory Documents, lalu "chmod +x scrot_0.8-7_amd64.deb" adalah untuk membuat permission agar dapat diakses oleh kita :) Mungkin seperti itu :'>NP: "scrot_0.8-7_amd64.deb" di sesuaikan dengan nama file yang anda download.
Lalu kita install scrot dengan command seperti ini:
$ dpkg -i scrot_0.8-7_amd64.deb
Nah akan terlihat proses yang terjadi saat penginstallan berlangsung. ok, setelah itu kita bisa menggunakan scrot untuk screenshot/capture.Cara penggunaannya seperti ini:
1. Buka Terminal kalian
2. Masukkan perintah/command:
$ scrot namagambar.jpg -d 8
Kalian dapat mengganti nama file kalian sesuka kalian. dan "-d 8" berguna sebagai interval 8 detik. Jadi akan meng-capture screen anda setelah 8 menit. Dan bisa kalian check hasilnya di folder /root/ ataupun /home/ kalian. :) Sebenarnya bisa sih kalian langsung masuk ke directory "Pictures". Caranya sama, saat kalian mau memasukkan comand "scrot namagamber.jpg -d 8" kalian masuk dulu ke directory Pictures dengan cara:
$ cd Pictures
Nah, baru masukkan comand seperti tadi:
$ scrot namagambar.jpg -d 8
Nah, hasilnya seperti ini:



